Postingan

KOMPOS Langkah-langkah Pembuatan Kompos: 1. Siapkan komposter Menyiapkan komposter atau sebuah kontainer atau wadah. Komposter inilah yang akan digunakan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Tempat sampah kompos ( komposter ) ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik sehari-hari di rumah Anda. Jika Anda bingung untuk menyiapkan komposter pribadi, mungkin bisa dibeli di laman-laman marketplace karena komposter sudah banyak dijual di pasaran. 2. Siapkan sampah organik Sebelum memulai membuat kompos sampah organik. Anda harus mengetahui lebih dahulu apa saja sampah yang termasuk dalam kategori sampah organik ini. Adapun, yang termasuk sampah organik tidak hanya produk makanan baik yang masih atau tidak layak makan lagi karena kadaluarsa atau basi (busuk), kertas dan produk berbahan karton juga termasuk ke dalam sampah organik. 3. Masukkan sampah ke komposter Langkah ketiga adalah semua sampah organik yang Anda telah siapkan baik itu produk makanan, kertas ataupun produk...

Pengendalian Oryctes rhinoceros L. pada Areal Replanting

Pengendalian Oryctes rhinoceros L. pada Areal Replanting Replanting Kelapa Sawit      Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, menurut data dari Kementerian Pertanian (Kementan), luas perkebunan Kelapa Sawit mencapai 15,08 juta hektare (ha) pada 2021. Selain proses perluasan Kebun Kelapa Sawit para pelaku usaha juga harus memperhatikan pengembangan atau peremejaan pada tanaman Kelapa Sawit yaitu dengan cara Replanting. Pada umumnya terdapat 2 Metode Replanting, yaitu: @Metode I adalah dengan Metode Chipping dan hasil chipping diserak pada gawangan mati agar mudah melapuk. @Metode II adalah Metode Poisoning dengan cara meracun tanaman Kelapa Sawit dengan herbisida Glifosat 120 cc/pokok dengan cara injeksi batang. Metode Chipping mempunyai kelebihan pelapukan batang bekas tanaman tua lebih cepat dan tertutup kacangan penutup tanah sehingga dapat mencegah Kumbang Tanduk untuk berkembang biak, akan tetapi membutuhkan biaya yang c...

PENYAKIT KELAPA SAWIT

1. Bercak daun menjadi penyakit yang paling sering dan sangat mudah menyerang bibit Kelapa Sawit. Untuk menghindari serangan penyakit ini, perlu dilakukan upaya pencegahan secara preventif. Namun apabila sudah terlihat gejala serangan, maka harus dilakukan pengendalian secara kuratif.  2. Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma boninense. Tidak hanya produktivitas Kelapa Sawit yang akan menurun sekitar 40%, namun penyakit ini juga menyebabkan populasi tanaman akan berkurang karena tanaman menjadi tumbang. Greemi-G merupakan biofungisida yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularannya terjadi melalui tanah seperti Ganoderma boninense pada Sawit. Selain itu, Greemi-G juga mampu memicu pertumbuhan tanaman, dengan bahan pembawa yang dipakai berfungsi sebagai “food base”. Sumber: https://youtu.be/JAt58b7rnAk

CIRI CIRI FRUIT SET KELAPA SAWIT

Bagaimana ciri-ciri FRUIT SET Kelapa Sawit yang baik? Peningkatan produktivitas Kelapa Sawit sangat erat kaitannya dengan nilai Fruit Set tandan buah yang tinggi. Fruit set yang baik pada tanaman Kelapa Sawit memiliki nilai diatas 75%. Semakin tinggi nilai Fruit Set, maka berat, kualitas, dan ukuran tandan akan semakin meningkat, sedangkan ukuran buah semakin kecil.  . Selain itu, Fruit Set yang tinggi ditunjukkan dengan banyaknya buah yang jadi, dengan ciri-ciri adanya inti buah (kernel) dan buah berkembang hingga mempunyai mesocarp (daging buah) yang mengandung minyak. Sebaliknya, buah partenokarpi cenderung tidak berkembang dan sangat sedikit mengandung minyak. Sumber: https://www.facebook.com/1619852484903975/posts/pfbid0v35TmH7C5e6UKuzDdSneKDCxp51PFpSqLN2XK1jJ6ifT5Uy33Q1EFdNyBCuSHhgXl/?mibextid=Nif5oz

Pemupukan Berimbang untuk Pertanian Lebih Baik

 Banyak petani mengeluhkan masalah pupuk, apa sih penyebabnya dan bagaimana solusinya? Salah satu penyebab mengapa pupuk langka adalah karena adanya anggapan semakin banyak pupuk, tanah semakin subur, sehingga petani berburu pupuk padahal penggunaan pupuk yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan: @Tanaman kerdil,  @Pembungaan dini,  @Mudah terserang OPT (organisme pengganggu tanaman),  @Produksi rendah tidak sesuai potensi tanaman (varietas),  @Kualitas produk rendah (buram, mudah rusak, patah, rasa berubah),   @Pengurasan hara seiring dengan waktu sehingga tanah menjadi miskin unsur hara. Sampai saat ini sektor Pertanian masih menjadi sektor andalan bangsa, meski pandemi pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat bertahan.  Peningkatan jumlah produksi menjadi harapan agar Indonesia bisa menjadi negara pengekspor komoditas pertanian, untuk menjadi negara pengekspor, para petani perlu meningkatkan hasil produksinya. Dalam meningkatkan produk...

KAPUR DOLOMITE

Kapur Dolomit  CaMg(CO₃)₂ mengandung Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO).  Dolomit murni mengandung 21,70% Kalsium dan 13,04% Magnesium. Tingkat keasaman tanah perlu disesuaikan dengan habitat alami tanaman yang akan dipelihara agar mampu beradaptasi dengan baik. Kapur ini dihasilkan dari pabrik pupuk ZA yang menggunakan bahan baku berupa Phosphor gypsum, Amoniak (NH3), dan Karbon dioksida (CO2). Oleh karena itulah, kapur ini juga mengandung unsur hara makro dan mikro. Pada umumnya, Kapur Dolomit berbentuk halus (powder/tepung halus) yang bersifat homogen dan berwarna putih kecokelatan dengan kadar kelarutan 0,15 mg/L serta kerapatan jenisnya mencapai 0,762 ton/m3. Kapur Dolomit mempunyai 10 manfaat penting antara lain : ✓Meningkatkan pH tanah ✓Memperbanyak unsur hara di dalam tanah ✓Menetralisir tanah dari senyawa beracun ✓Menambah populasi mikroorganisme ✓Merangsang pertumbuhan akar tanaman ✓Menghijaukan tanaman ✓Menaikkan produktivitas dan kualitas panen ✓Menyediakan unsur Ca...

My garden

 Dengan lahan yang tidak terlalu luas, saya berusaha untuk dapat menyalurkan hobi bertanam hanya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Saya menanam beberapa jenis tanaman yang dapat dikonsumsi langsung, seperti Timun, Jeruk, Mangga, Jambu air, Cabe, Jipang, Lokio, Daun bawang, Seledri, Jahe, dan Serai. Sebagai medianya, saya gunakan karung bekas, serta polybag. Untuk campuran media tanamnya saya gunakan tanah, pasir, dan arang sekam. Hobi yang lain, saya juga menanam beberapa bunga di dalam pot. Ada Anggrek, Bunga Keladi, Kerokot, Mawar, Aglonema, Lidah buaya, dll. Mau tahu apa saja yang saya tanam.. Simak pada video berikut---->