1. Bercak daun menjadi penyakit yang paling sering dan sangat mudah menyerang bibit Kelapa Sawit. Untuk menghindari serangan penyakit ini, perlu dilakukan upaya pencegahan secara preventif. Namun apabila sudah terlihat gejala serangan, maka harus dilakukan pengendalian secara kuratif. 2. Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma boninense. Tidak hanya produktivitas Kelapa Sawit yang akan menurun sekitar 40%, namun penyakit ini juga menyebabkan populasi tanaman akan berkurang karena tanaman menjadi tumbang. Greemi-G merupakan biofungisida yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularannya terjadi melalui tanah seperti Ganoderma boninense pada Sawit. Selain itu, Greemi-G juga mampu memicu pertumbuhan tanaman, dengan bahan pembawa yang dipakai berfungsi sebagai “food base”. Sumber: https://youtu.be/JAt58b7rnAk
Pengendalian Oryctes rhinoceros L. pada Areal Replanting Replanting Kelapa Sawit Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, menurut data dari Kementerian Pertanian (Kementan), luas perkebunan Kelapa Sawit mencapai 15,08 juta hektare (ha) pada 2021. Selain proses perluasan Kebun Kelapa Sawit para pelaku usaha juga harus memperhatikan pengembangan atau peremejaan pada tanaman Kelapa Sawit yaitu dengan cara Replanting. Pada umumnya terdapat 2 Metode Replanting, yaitu: @Metode I adalah dengan Metode Chipping dan hasil chipping diserak pada gawangan mati agar mudah melapuk. @Metode II adalah Metode Poisoning dengan cara meracun tanaman Kelapa Sawit dengan herbisida Glifosat 120 cc/pokok dengan cara injeksi batang. Metode Chipping mempunyai kelebihan pelapukan batang bekas tanaman tua lebih cepat dan tertutup kacangan penutup tanah sehingga dapat mencegah Kumbang Tanduk untuk berkembang biak, akan tetapi membutuhkan biaya yang c...
Komentar
Posting Komentar